Hari Darmawan Pendiri Taman Matahari Yang Inspiratif

Hari Darmawan: From Zero to Hero

Hari Darmawan, seorang pengusaha retail yang sukses. Beliau telah memulai bisnis atau usahanya sejak tahun 1958 dengan Toko Matahari di Pasar Baru. Dalam waktu yang singkat, sebuah usaha yang dibangun dari nol berkembang pesat. Sekitar 30 tahun kemudian, gerai Matahari menjadi retail paling terkenal di Indonesia. Gerai cabang ada di mana-mana.
Sempat mengalami kemunduran sekitar tahun 1997, hingga kemudian menjual sebagian besar sahamnya kepada Lippo Grup tidak membuat Hari Darmawan patah semangat. Beliau kembali lagi dan membangun retail baru bernama Hari Hari. Sampai suatu hari Hari membeli tanah di Cisarua , Bogor sekitar 16 hektare.

Pendirian Taman Wisata Matahari

Awalnya, seperti pengusaha lain, tanah tersebut adalah investasi dan dibangun tempat peristirahatan. Namun, setelah lama bergaul dengan masyarakat di sekelilingnya, tahun 2007 Hari Darmawan memutuskan mendirikan Taman Wisata Matahari dengan konsep Education and Recreation Park.

Saat itu, jiwa Hari yang semula pebisnis murni dengan memperhitungkan laba rugi dalam tiap langkah usahanya, kini berbeda. Hari Darmawan menjadi pengusaha sosial. Taman Wisata Matahari dibangun dengan tujuan membangun masyarakat Cisarua yang tinggal di sekitarnya.

Beberapa langkah Hari Darmawan yang menunjukkan hal tersebut, adalah :

Menyerahkan Pembuatan Pada Kontaktor Lokal

Salah satu langkah berani Hari Darmawan dalam membangun Taman Wisata Matahari adalah menyerahkan pembangunannya kepada kontraktor lokal yang juga mengerjakan pembangunan rumahnya di area tersebut. Kontraktor yang dipimpin oleh Haji Udin Saepudin melakukan semua pengerjaan termasuk desain taman wisata. Tentunya berdasarkan petunjuk Hari Darmawan.

Sebuah kepercayaan sangat tinggi yang diberikan oleh beliau. Dengan demikian, pembangunan Taman Wisata Matahari menyerap banyak tenaga kerja dari penduduk setempat. Dalam kesempatan pertama, Hari sudah membuktikan bahwa tempat ini dibangun untuk masyarakat Cisarua.

Dibangun Dengan Tetap Mempertahankan Keasliannya

Selanjutnya, Taman Wisata Matahari dibangun dengan tetap mempertahankan alam aslinya. Pembangunan tidak merusak atau mengubah aliran sungai Ciliwung. Pembangunan juga tetap mempertahankan perkebunan teh yang ada di sekitarnya dan merupakan ciri khas wilayah puncak. Tidak seperti pembangunan villa dan tempat lain di wilayah puncak Bogor Hari Darmawan tetap menjaga kelestarian alam di area taman wisata.

Tenaga Kerja Penduduk Sekitar

Mulai dari pembangunan sampai dibukanya Taman Wisata Matahari terus hingga kini, semua tenaga kerja adalah penduduk asli setempat. Hari Darmawan turun langsung untuk memilih dan melatih para karyawan di sini. Penduduk yang kurang dari usia tenaga kerja minimum, 17 tahun, tidak diijinkan bekerja.

Beberapa kali beliau memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan untuk kemudian setelah lulus bekerja di Taman Wisata Matahari. Makanan dan souvenir khas puncak bebas dijual di sini. Pedagang asongan yang banyak berkeliaran tidak dipungut biaya apa pun.

Harga Tiket Murah

Hari Darmawan benar-benar mempersembahkan Taman Wisata Matahari untuk semua lapisan masyarakat dengan harga tiket masuk yang dijual murah dan terjangkau. Harga lebih mahal hanya diberikan kepada wisata manca negara atau turis asing.

Diharapkan banyak orang dapat berkunjung ke sini. Meskipun banyak pihak mengatakan harga tiket Taman Matahari yang demikian jauh dari keuntungan, sampai saat ini Taman Wisata Matahari tetap bertahan dan bahkan terus berkembang.

Demikian kisah Hari Darmawan dalam mendirikan Taman Wisata Matahari. Kisah yang penuh inspiratif dari seorang yang sukses dan legenda di bidang retail. Meskipun saat ini beliau sudah meninggalkan kita semua, semoga hasil karyanya tetap abadi dan dapat dinikmati sampai masa yang akan datang.