Hari Darmawan Panutan Warga Sekitar Taman Matahari

Sosok Hari Darmawan di mata Warga Sekitar Taman Matahari

Masih dalam suasana dukacita, pada kesempatan kali ini admin Taman Matahari menayangkan tulisan tentang sosok bapak Hari Darmawan yang merupakan seorang panutan bagi sebagian besar warga masyarakat di sekitar Taman Wisata Matahari.

Beberapa hari yang lalu, banyak orang terkejut dengan berita tentang wafatnya bapak Hari Darmawan.
Betapa tidak, karena beliau adalah sosok yang dikenal sebagai pendiri Taman Matahari ini adalah seorang pengusaha sukses di bidang retail.

Dari Pengusaha Retail ke Wisata Edukasi Berbasis Lingkungan

Tidak hanya Matahari Departement Store yang pernah didirikan dan dikelolanya. Setelah Matahari Store, beliau sempat mendirikan Hari-Hari.  Namun tidak banyak orang yang mengetahui, Hari Darmawan seorang yang sangat disegani oleh warga sekitar Cisarua, Bogor.

Hari Darmawan, panutan warga Cisarua Bogor dimulai ketika beliau membeli tanah di daerah Puncak tersebut sektar tahun 1987 seluas 16 hektare.  Dan hari membiarkan 15 hektare tanah miliknya tetap digunakan oleh masyarakat setempat untuk bertani.  Dari sanalah kemudian hari sering berinteraksi dan mengenal wilayah Cisarua, Bogor.

Lama dan sering berinteraksi dengan masyarakat dan mengenal wilayahnya, Hari menyadari bahwa tempat tersebut mempunyai penduduk dengan ekonomi menegah ke bawah.  Bertolak belakang dengan banyaknya dibangun villa-villa mewah yang dibangun.  Vila-villa yang dibangun hampir seluruhnya menjadi milik orang kota.  Dan berdasarkan hal tersebut, Hari mencoba memikirkan cara membangun perekonomian masyarakat.

Taman Wisata Matahari Wujud Pengabdian & Kepedulian Hari Darmawan

Hari Darmawan, panutan warga Cisarua Bogor akhirnya merancang mendirikan Taman Wisata Matahari tahun 2007.  Sebuah taman wisata yang beliau yakini akan membangun masyarakat.  Maka tenaga kerja dan semua aspek pembangunan hingga menjadi tempat wisata yang besar sampai sekarang adalah penduduk wilayah Cisarua.  Menurut Kristin Samah dan Sigit Triyono, dalam buku yang ditulisnya Filosfi Bisnis Matahari, Hari menyadari bahwa untuk membantu orang lain tidak hanya dengan memberi bantuan.  Beliau harus memberi pancingan agar orang tersebut berkembang.

Akhirnya Taman Wisata Matahari dibangun oleh kontraktor lokal yang juga mendirikan villa Hari Darmawan, Haji Udin Saefudin (Pak Dedi).  Hari sama sekali tidak menggunakan arsitek dari luar.  Semuanya, hingga ribuan pekerja yang sekarang ada adalah penduduk lokal.

Taman Wisata Matahari dibangun memang sepenuhnya untuk penduduk Mega Mendung, Cisarua, Bogor.  Pekerja-pekerja di bawah umur beliau tidak terima.  Namun beliau beri beasiswa pendidikan sampai jenjang tertentu, untuk kemudian bisa bekerja di Taman Wisata Matahari.  Para pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar Taman Matahari, tidak pernah diminta pungutan atau retribusi.

Hari Darmawan, panutan warga Cisarua memang seorang pengusaha yang rendah hati. Beliau mempunyai prinsip bahwa memberi sebanyak-banyaknya tidak akan mengurangi harta yang dimilikinya.  Sehingga setelah dibangun, Taman Wisata Matahari juga membidik wisatawan mulai dari menengah ke bawah.  Beliau hanya menarifkan harga tiket masuk yang murah.

Taman Wisata Matahari: Satu Untuk Semua

Untuk wisatawan lokal sampai saat ini, tiket masuk masih seharga Rp.35.000,00, sementara Rp100.000,00 untuk wisatawan asing.  Sebuah harga tiket masuk yang sangat murah dibandingkan fasilitas yang dapat ditemui dalam Taman Wisata Matahari.  Beliau tidak menginginkan tempat wista ini berkembang menjadi Disneyland Indonesia.  maka konsepnya adalah Recreation and Education Park untuk semua usia dan semua golongan masyarakat.

Hari Darmawan, panutan warga Cisarua Bogor akan dikenang oleh penduduk setempat sebagai pribadi yang ramah dan tidak sombong.  Sosok yang mau bergaul dengan semua orang di sekelingnya.  Di masa hidupnya beliau masih rutin mengunjungi villanya yang terletak di Taman Wisata Matahari dan berinteraksi degan masyarakat yang ditemuinya.  Sosok pengusaha yang dekat dengan lingkungannya.  Bahkan di pagi hari kematiannya, Hari Darmawan masih sempat berolahraga lari berkeliling Taman Matahari dan menyapa semua orang yang ditemuinya.  Orang yang pertama kali menemukan beliau di Kali Ciliwung yang meluap juga tim dari Taman Wisata Matahari.

Terimakasih Pak Hari Darmawan

Hari Darmawan, panutan warga Cisarua Bogor dan pendiri Taman Wisata Matahari memnag sudah tiada.  Namun, semua orang yang mengenalnya akan mengenang karya abadinya.  Taman Wisata Matahari, bisnis yang beliau dedikasikan untuk warga dan masyarakat sekitar.  Selamat jalan Hari Darmawan, semua jasamu tidak akan terlupakan.  Taman Wisata Matahari akan menjadi saksi kedermawanan Hari Darmawan.